0

Tugas 2 Akuntansi Internasional

Posted by Anita Riani Jarkasih on 09.01
Nama      : Anita Riani Jarkasih
NPM       : 20210892

PENERAPAN PERNYATAAN AKUNTANSI STANDAR KEUANGAN (PSAK REVISI) PADA PT BWPT yang Berlaku Efektif 2012

Aset tetap

Efektif pada tanggal 1 januari 2012, Grup  menerapkan PSAK no. 16 (Revisi 2011) “Aset Tetap” dan ISAK No. 25 “Hak Atas Tanah”

Dampak penerapan PSAK no.16 (Revisi 2011) dan ISAK No. 25 “Hak Atas Tanah”pada perusahaan yaitu :
Memberikan pengaruh terhadap pelaporan keuangan dan pengungkapan pada pelaporan keuangan perusahaan.

Pengaruh pada laporan keuangan :
Pada saat penerapan awal, Grup mereklasifikasi sisa saldo biaya tangguhan yang belum diamortisasi yang terdapat pada akun “Aset lain-lain” ke nilai tercatat Tanah,
yang terkait dengan biaya legal awal untuk memperoleh hak legal atas tanah.
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai atas aset pada tanggal 31 Desember 2012 and 2011.

Tanah diakui sebesar harga perolehan dan tidak disusutkan.
Aset tetap diakui sebesar harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan. Aset tetap disusutkan menggunakan metode garis lurus hingga mencapai nilai sisa, selama periode yang lebih rendah antara estimasi masa manfaat aset, umur tambang, atau
masa PKP2B atau Izin Usaha Pertambangan.
Biaya-biaya setelah pengakuan awal aset diakui sebagai bagian dari nilai tercatat aset atau sebagai aset yang terpisah, sebagaimana mestinya, hanya apabila kemungkinan besar Grup akan mendapatkan manfaat ekonomis masa depan berkenaan dengan aset tersebut dan biaya perolehan aset dapat diukur dengan handal. Nilai tercatat komponen yang diganti tidak lagi diakui. Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dalam periode dimana biaya-biaya tersebut terjadi.

Instrumen Keuangan

PSAK No. 60, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”, mensyaratkan pengungkapan yang lebih luas atas manajemen risiko keuangan entitas dibandingkan dengan PSAK No. 50 (Revisi 2006), ”Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan”.

Dampak penerapan PSAK No. 50 (Revisi 2010), PSAK No. 55 (Revisi 2011), dan PSAK No. 60 yaitu :
Memberikan pengaruh terhadap pelaporan keuangan dan pengungkapan pada pelaporan keuangan perusahaan.

Pengaruh pada laporan keuangan :
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, Grup memiliki instrumen keuangan dalam kategori pinjaman yang diberikan dan piutang dan liabilitas keuangan lain-lain. Oleh karena itu, kebijakan akuntansi terkait dengan instrumen keuangan dalam kategori
aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, investasi dimiliki hingga jatuh tempo aset keuangan tersedia untuk dijual yang diukur melalui nilai wajar melalui laporan laba rugi tidak diungkapkan.
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, Pada Aset keuangan Grup mengklasifikasikan kas dan setara kas, investasi jangka pendek, piutang usaha, piutang lain-lain, aset lancar lain-lain berupa akrual bunga deposito dan piutang lain-lain tidak lancar dalam kategori Aset Keuangan
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, kategori Liabilitas Keuangan meliputi pinjaman bank, pinjaman lembaga keuangan bukan bank, utang usaha, biaya yang masih harus dibayar, liabilitas jangka pendek lain-lain, utang obligasi, liabilitas sewa pembiayaan dan utang pembelian kendaraan yang dimiliki oleh Grup.
Grup telah menyajikan pengungkapan yang disyaratkan oleh PSAK No. 60  dalam laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2012.


Perpajakan

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Grup menerapkan PSAK No. 46 (Revisi 2010), “Pajak Penghasilan”

Dampak penerapan PSAK No. 46 (Revisi 2010) pada perusahaan :
Penerapan PSAK ini tidak menimbulkan perubahan material pada laporan keuangan perusahaan.

Pengaruh pada laporan keuangan :
Grup telah membukukan liabilitas untuk mengantisipasi hasil pemeriksaan pajak berdasarkan estimasi timbulnya tambahan pajak. Jika hasil pemeriksaan pajak berbeda dengan jumlah yang sebelumnya telah dibukukan, maka selisih tersebut akan berdampak terhadap aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan dalam periode dimana hasil pemeriksaan tersebut terjadi.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan  tarif pajak yang berlaku.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang
yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas serta akumulasi rugi fiskal. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak
dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan serta akumulasi rugi fiskal yang dapat dikompensasikan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa
datang.
Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan di laporan posisi keuangan konsolidasian atas dasar kompensasi, kecuali aset dan liabilitas pajak tangguhan untuk entitas yang berbeda, sesuai dengan penyajian aset dan liabilitas pajak kini.
Perubahan atas liabilitas pajak dicatat ketika hasil pemeriksaan diterima atau, jika
banding diajukan oleh Grup, ketika hasil banding ditentukan.



0

Tugas 1 Akuntansi Internasional

Posted by Anita Riani Jarkasih on 07.09
Nama   : Anita Riani Jarkasih
NPM   : 20210892

A. Susunan Kepemilikan  Perusahaan BWPT

1. Tjipto Widodo



President Komisaris 

Tjipto Widodo menjabat sebagai Presiden Komisaris Perseroan sejak Desember 2007. Saat ini ia juga menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Fortuna Cipta Sejahtera dan PT Damai Indah Timber, Komisaris PT Bumihutani Lestari, PT Wanaasri Fajarindo Perkasa, PT Anugerah Alam Barito, dan PT Sumber Cahaya Hasil Gemilang. Dia juga menjabat sebagai Presiden Direktur PT Pacific Granitama, PT Sawit Sukses Sejahtera, PT Wana Catur Jaya Utama, dan PT BW Investindo, serta menjadi Direktur PT Fajarindo Persada Raya. Pak Tjipto meraih gelar Bachelor of Science Degree dari California State University, Los Angeles, pada tahun 1993.

2. Phoebe Widodo



Komisaris

Phoebe Widodo menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak Desember 2007. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Direktur PT Sumatera Timber Utama Damai dan PT BW Investindo. Dia dianugerahi gelar Bachelor of Science dari University of Southern California, USA pada tahun 1988 serta gelar Master of Business Administration dari Northrop University, Inglewood, California, pada tahun 1990.


3.  Wahyu Saronto



Komisaris

Wahyu Saronto menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak April 2011. Sebelumnya menjabat sebagai Kepala Departemen Kepolisian Daerah, Direktur Intelijen Kepolisian Negara Republik Indonesia serta Contra BIN Deputi, dan telah dihormati dengan Bintang Bhayangkara Pratama penghargaan. Ia menyelesaikan pendidikannya di Lembaga Ketahanan Nasional dan kemudian melanjutkan untuk menerima gelar Master di bidang Administrasi Publik.

4. Stephen Kurniawan Sulistyo



Komisaris independen

Stephen Kurniawan Sulistyo telah Komisaris perusahaan sejak tahun 2008. Dia memulai karirnya pada tahun 1988 dan sejak itu menjabat sebagai Direktur Utama dan Komisaris di berbagai industri termasuk keuangan, pasar modal, perbankan, media, industri, transportasi, komunikasi, pertambangan dan perkebunan. Kepemimpinannya telah membawa pertumbuhan yang luar biasa dan inovasi dalam berbagai perusahaan.

5.  Iman Faturachman



Komisaris

Iman Faturachman menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak Juni 2013. Sebelumnya, dia. Operasional dan Direktur Keuangan Perseroan. Sebelum bergabung dengan Perusahaan pada tahun 2004, dia adalah Supervisor, Finance & Accounting Division PT Imeco Investama (1986). Ia menjabat sebagai Manajer - Investment Banking Group PT Bank International Indonesia (1989-1992), Manajer Keuangan PT Bumi Serpong Damai (1992-1993), dan telah menjabat berbagai posisi manajerial di PT Bank Artha Graha, yang terakhir adalah bahwa dari Senior Wakil Presiden (1995-2004). Ia dianugerahi gelar Master of Business Administration gelar dengan spesialisasi di bidang Manajemen dari Universitas Katolik Parahyangan pada tahun 1986, dan gelar Master di bidang Administrasi Bisnis dengan spesialisasi di bidang Keuangan dari Prasetya Mulya Manajemen Institute, Jakarta pada tahun 1989.

STRUKTUR PERUSAHAAN


VISI :
Untuk diakui sebagai perusahaan perkebunan kelapa sawit yang dinamis.
MISI :
1.      Untuk mengadopsi praktik terbaik menggabungkan teknik manajemen yang inovatif dengan tingkat tertinggi dari integritas dan profesionalisme.
2.      Untuk beroperasi dengan cara yang ramah lingkungan sementara memberikan kualitas terbaik dalam produk dan layanan.
3.      Untuk biaya yang efektif sehingga meningkatkan margin keuntungan dan meningkatkan nilai pemegang saham.
4.      Untuk menjelajahi pertumbuhan, baik dalam jangka pendek dan jangka panjang.
5.      Untuk mendukung pengembangan masyarakat di seluruh wilayah operasi.

B. Penanaman Modal atau Investor di Perusahaan BWPT
Tjipto Widodo selaku Presiden Komisaris :
Untuk Pemegang Saham kami dihargai. Pada tahun 2012 , Indonesia telah berhasil mencatat kinerja positif dalam kemajuan ekonomi , dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang dilaporkan pada 6.23 % , dan diperiksa di hanya 4,3 % . Pencapaian ini cukup baik , mengingat bagaimana ekonomi global melemah , terutama karena krisis berlama-lama di Eropa dan pemulihan yang lambat di Amerika Serikat , keduanya cenderung menekan harga komoditas secara umum .
Dampak dari krisis global juga mempengaruhi harga CPO pada umumnya . Pada April 2012, harga CPO telah mencapai USD1 , 190 sedangkan pada akhir tahun itu mengalir ke bawah , berakhir di bawah USD800 , sehingga mengerahkan dampak negatif akut pada kinerja keuangan Perseroan . Sementara harga jual rata-rata CPO pada tahun 2012 menurun 3,6 % di bawah tahun 2011, pendapatan usaha berhasil naik sebesar 6,3 % . Ini mengatakan , pendapatan turun , sebesar 18,2 % . Dewan Komisaris menyadari bahwa dalam industri kelapa sawit , harga CPO sangat fluktuatif . Karena itu , efisiensi pengendalian biaya harus menjadi perhatian utama bagi Manajemen Perseroan . Namun, kami sangat yakin bahwa , prospek bisnis untuk industri minyak sawit Indonesia akan terbukti positif dalam waktu mengingat permintaan CPO masih meningkat dari waktu ke waktu .
Jadi, meskipun harga CPO rata-rata tertekan , Perseroan tetap teguh dalam pencariannya untuk pulih dari tahun 2012 dengan kinerja produksi yang kuat . Kami ingin melaporkan bahwa produksi Tandan Buah Segar ( TBS ) dari Perusahaan mencapai 552.872 ton pada tahun 2012 , kenaikan a20.7 % dari angka produksi tahun 2011 , yang tercatat sebesar 458.217 ton . Produksi CPO dan Palm Kernel ( PK ) juga meningkat , sebesar 13 % dan 17,7 % , masing-masing. Pertumbuhan ini akan terus berlanjut , melalui penambahan areal tertanam , yang meningkat sebesar 10,6 % dibandingkan dengan daerah jumlah ditanam pada tahun 2011 .
Dewan Komisaris ingin menyampaikan penghargaan untuk dan pengakuan prestasi Direksi dan manajemen Perusahaan , dan juga untuk seluruh karyawan PT BW Plantation Tbk . Prestasi Perseroan pada tahun 2012 sebenarnya sesuai dengan rencana kerja sebagaimana diatur dan diperintahkan . Dedikasi yang kuat dengan daya juang yang tinggi , bersama dengan kepatuhan terhadap etika kerja profesional , memungkinkan PT BW Plantation Tbk untuk menyimpulkan 2012 dengan prestasi yang kuat . Direksi berhasil menerapkan rejimen perencanaan strategis yang terstruktur , melalui referensi dan rekomendasi dari Dewan Komisaris , dengan cara yang memuaskan dan tepat sasaran . Setiap pertemuan yang telah selesai dibuat masing-masing pihak mampu mengkoordinasikan cukup baik untuk mencapai kinerja operasional yang optimal .
Good Corporate Governance selalu menjadi faktor penting yang kita perjuangkan sebagai bentuk tindakan yang berarti di PT BW Plantation Tbk , sebagai warga korporasi yang baik . Seiring dengan Komite Audit , kita , sebagai Dewan Komisaris , telah melakukan pengawasan tindakan pada setiap aspek operasional Perseroan , dalam menegakkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance yaitu . keadilan , kemandirian , tanggung jawab, akuntabilitas , dan transparansi . Kami juara upaya ini dengan memastikan bahwa semua aspek operasional dilakukan secara khusus sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku . Komite Audit bertanggung jawab , sebagai perpanjangan dari otoritas Dewan Komisaris , untuk melakukan inspeksi dan memberikan bimbingan dan rekomendasi kepada manajemen . Kami berkomitmen untuk mempertahankan semangat ini dan selalu berusaha untuk melanjutkan dengan itu sebagai ekspresi kewajiban kita untuk menjaga kelangsungan bisnis dengan cara yang produktif, sehat , dan taat hukum .
Di tahun mendatang , kami berkomitmen untuk fokus pada investasi yang akan meningkatkan produktivitas , didukung pula dengan pengendalian biaya yang efektif , sehingga memungkinkan kita untuk mempertahankan marjin yang sehat keuntungan . Kami juga optimis dengan kemampuan manajemen operasional yang kuat , didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas tinggi , Perseroan siap untuk pindah ke tingkat berikutnya melalui pertumbuhan yang berkelanjutan .
Pada kesempatan ini , izinkan saya , atas nama Dewan Komisaris PT BW Plantation Tbk , mengucapkan terima kasih kepada para pemegang saham kami , bersama dengan semua pemangku kepentingan , untuk dukungan dan kepercayaan kepada Perusahaan mereka . Kami yakin bahwa PT BW Plantation Tbk , dengan izin dari Allah swt akan mampu mencapai keberhasilan yang lebih besar dalam tahun-tahun mendatang .


C.  Standar Prinsip Akuntansi yang berlaku di Perusahaan BWPT
Laporan Keuangan Konsolidasi disusun dengan menggunakan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, meliputi pernyataan dan interprestasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan No. VIII.G.7 tentang “Pedoman PenyajianLaporan Keuangan”,  LA,PIRAN Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lemnbaga Keuangan (Bapepam dan LK) No. Kep-06/PM/2000 tangga;l 13 Maret 2000 yang telah diubah engan surat Kepurtusan Ketua Bapepam dan LK No. KEP-554/BL/2010 tanggal 30 Desember 2010, dan Surat Edaran Kedua Badan Pengawas Pasar Modal No. SE-02/PM/2002 tentang Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik dalam Industri Perkebunan Lampiran 13 tanggal 27 Desember 2002 yang telah dipertegas dengan Surat Edaran No. SE-03/BL/2011 tanggal 13 Juli 2011. Seperti diungkapkan dalam Catatan—catatan terkait di bawah ini, beberapa standar akuntansi telah direvisi dan diterbitkan, diterapkam efektif tanggal 1 Januari 2011. Efektif tanggal 1 Januari 2011, Group menerapkam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) berikut :
            PSAK
1.      PSAK No. 2 (Revisi 2009), Laporan Arus Kas
2.      PSAK No. 3 ( Revisi 2010), Laporan Keuangan Interim
3.      PSAK No. 8 ( Revisi 2010), Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
4.      PSAK No. 19 (Revisi 2010), Aset Takberwujud
5.      PSAK No. 22 (Revisi 2010), Kombinasi Bisnis
6.      PSAK No.23 (Revisi 2010), Pendapatan
7.      PSAK No. 25 (Revisi 2009), Kebijakan Akuntasi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan
8.      PSAK No. 57 (Revisi 2009), Provinsi, Liabilitas, Kontijensi, dan Aset Kontinjensi
ISAK
                         1.  ISAK No. 17, Laporan Keuangan Interim dan Penurunan Nilai

D. Auditor Perusahaan BWPT
Stephen Kurniawan Sulistyo yang menjabat sebagai Komisaris Independen juga menjadi Ketua Komite Audit.




Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive | Free Blogger Templates created by The Blog Templates